Hal-hal yang berkaitan dengan “uang orang” pastinya memerlukan sebuah proposal agar apa yang kita tawarkan menjadi kebutuhan bagi mereka.

Sebut saja proposal pembuatan website yang dapat kita perkenalkan kepada kepala desa, kepala sekolah, atau bos perusahaan yang mana bisa menjadi kebutuhan dalam jangka panjang.

Kebutuhan ini tentunya tak hadir dengan sendirinya. Kita harus memasukan apa saja keuntungan jika memiliki website bagi mereka.

Misalnya untuk para obos perusahaan, website dapat meningkatkan brand awareness, kredibilitas, dan penjualan di saat yang bersamaan.

Begitupun dengan sekolahan atau kantor desa yang secara langsung mampu menjadi sarana promosi untuk menggaet murid baru atau menggerakkan ekonomi dari sektor pariwisata.

Jika kamu tergerak untuk membuat proposal pembuatan website tersebut, mari kita lihat tata caranya agar bisa disetujui dengan cepat oleh orang yang kita targetkan.

Aturan Pembuatan Proposal Website

Pertama-tama, ada dua cara yang bisa kita tawarkan di dalam proposal tersebut, apakah dibuat sendiri oleh kita atau menggunakan pihak ketiga berupa jasa pembuatan website profesional.

Meskipun keduanya bisa memiliki biaya jasa yang berbeda, namun dari sisi pembelian domain dan penyewaan hosting biasanya sama saja.

Katakanlah kamu mencoba untuk menggunakan jasa pihak ketiga, maka proposal pembuatan website tersebut harus memuat seperti berikut:

  1. Latar Belakang. Jelaskan secara singkat apa itu website dan bagaiman perannya terhadap pihak yang kita tawari.
  2. Manfaat Website. Ini bagian yang paling krusial, karena bisa menjadi pertimbangan nyata bagi si obos, kepsek, atau pak kades.
  3. Informasi yang Diperlukan. Kasih tahu orang yang bersangkutan bahwa kita akan memuat beberapa informasi krusial seputar organisasi tersebut. Misalnya produk untuk perusahaan, daftar staff guru untuk sekolahan, dan kegiatan kemasyarakatan untuk desa.
  4. Waktu pengerjaan. Harus ada deadline ya! Biar kerjaan tak molor. Koordinasikan dulu dengan jasa pembuatan website berapa lama mereka dapat membuatnya jika menggunakan jasa pihak ketiga.
  5. Nama domain dan rencana paket hosting. Mungkin agak sistematis, namun harus tetap kita sertakan sekalipun orang yang ditawari tidak mengerti.
  6. Rencana anggaran. Semuanya harus disertakan ya!

Dengan adanya proposal ini, semoga saja orang yang kita tawari menjadi memiliki ketertarikan dan kebutuhan terhadap pembuatan website tersebut.

Cara Menyusun Proposal Pembuatan Website. Mudah Kok!