Mengenal Apa Itu Doping dan Jenis jenisnyaDoping telah menjadi istilah yang diperdebatkan secara luas baru-baru ini, terutama di kalangan penggemar olahraga. Tapi apa yang kita maksud dengan doping? BBC melaporkan bahwa doping adalah zat ilegal (dilarang) yang digunakan atlet untuk meningkatkan kinerja atletik mereka. Zat yang biasa digunakan untuk doping adalah zat androgenik, seperti steroid anabolik.

Mengkonsumsi zat ini memungkinkan atlet untuk berlatih lebih keras, pulih lebih cepat, dan membangun lebih banyak otot. Selain merupakan penipuan dalam suatu pertandingan olahraga kompetitif, terdapat efek negatif yang dapat ditimbulkan dari penggunaan zat tersebut, sehingga sangat dilarang untuk digunakan oleh para atlet.

Jenis-jenis Doping

  • Stimulan

Stimulan, termasuk doping, dapat meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan mengatasi kelelahan yaitu dengan cara meningkatkan detak jantung dan aliran darah. Dalam latihan, stimulan digunakan untuk meningkatkan intensitas latihan karena menurut Journal of American College of Medical Taxiology, amfetamin sebagai stimulan dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular.

Stimulan juga bisa bersifat agresif, yang bisa menjadi keuntungan bagi atlet saat bertanding. Zat itu antara lain amfetamin, efedrin, dan kokain. Selain tidak sehat, stimulan bisa membuat ketagihan yang sulit dihentikan.

  • Steroid Anabolik-androgen

Steroid anabolik androgen adalah agen peningkatan kinerja yang dapat membantu atlet berlatih lebih keras, meningkatkan massa dan kekuatan otot, dan pulih lebih cepat. Banyak atlet menggunakan zat ini untuk menutupi cedera serius untuk mencapai waktu pemulihan yang cepat setelah pelatihan intensif. Ini juga memungkinkan mereka untuk berlatih lebih keras dan lebih sering.

  • Diuretik

Secara umum, diuretik digunakan dalam pengobatan hipertensi, gagal jantung, sirosis, gagal ginjal, penyakit ginjal dan paru-paru, dan untuk mengurangi efek samping retensi garam dan/atau air. Sementara itu, atlet sering menggunakannya untuk menghilangkan air dari tubuh mereka dan menurunkan berat badan lebih cepat, yang dapat membantu mereka memenuhi kelas berat dalam olahraga tertentu.

  • Analgesik Narkotik dan Cannabinoid

Secara medis, pereda nyeri narkotik adalah opioid, yang secara farmakologis mirip dengan morfin dan dapat membuat seseorang ketergantungan. Opioid digunakan untuk menutupi rasa sakit akibat cedera atau kelelahan untuk memungkinkan atlet melanjutkan pelatihan bahkan ketika tubuh mereka rusak.

  • Peptida dan Hormon

Peptida, hormon, dan faktor pertumbuhan lain yang biasa digunakan dalam olahraga adalah hormon pertumbuhan manusia (hGH), eritropoietin (EPO), insulin, human chorionic gonadotropin (HCG), dan adrenokortikotropin (ACTH).

Jadi, doping sebenarnya tidak disarankan kecuali atas anjuran untuk menhindari efek-efek negatif terutama karena kacanduan hingga menyebabkan kerusakan tubuh. Anda dapat mengunjungi Orami.co.id untuk mendapatkan kumpulan artikel olahraga terutama informasi doping yang lebih lengkap lagi. Tentunya juga ada banyak topik artikel menarik yang menunggu Anda untuk dibaca.

Mengenal Apa Itu Doping dan Jenis-jenisnya